Senin, 13 Juni 2016



04 MEMBUAT GRAFIK PADA SPSS
A.Grafik Batang Sederhana pada SPSS 
Satu gambar sering lebih bermakna dari seribu kata. Untuk kepentingan itu, dalam beberapa seri tulisan dalam blog ini, akan kita bahas cara membentuk grafik dengan SPSS.
Sebagai latihan misalnya kita punya data tingkat pendidikan dan pendapatan dari 30 orang responden penelitian. Tingkat pendidikan misalnya dikategorikan sebagai:
1 = responden yang berpendidikan SLTP kebawah
2 = responden yang berpendidikan SLTA
3 = responden yang berpendidikan D3
4 = responden yang berpendidikkan S1.
Pendapatan juga kita kelompokkan atas tiga yaitu:
1 = pendapatan rendah (kurang dari Rp. 1.000.000)
2 = pendapatan menengah ( Rp. 1.000.000 – 3.000.000)
3 = pendapatan tinggi ( diatas Rp 3.000.000) Pendapatan







Pendidikan
Pendapatan
1
2
1
2
2
1
3
2
2
4
2
2
5
2
3
6
3
2
7
4
3
8
2
1
9
1
2
10
3
3
11
1
2
12
1
3

13
3
1

14
1
1

15
3
2

16
4
2

17
1
1

18
1
2

19
4
1

20
3
3

21
1
3

22
1
2

23
2
3

24
4
3

25
1
1

26
2
2

27
3
3

28
3
3

29
2
2

30
1
1


































( Catatan: jika data yang dimiliki masih berupa data mentah (belum dikelompokkan), kita dapat mengelompokkannya dengan SPSS. Data tingkat pendidikan dan pendapatan responden tersebut diberikan di bawah ini.
Setelah menginput data tersebut (atau bisa juga sebelum menginput data ), pada kolom Values untuk masing-masing kategori variabel yaitu :
-         untuk pendidikan: 1 (=< SLTP), 2(SLTA), 3(D3), 4 (S1)
-           untuk pendapatan: 1 (rendah), 2(menengah), 3(tinggi).

PROSEDUR
Terdapat tiga jalur (cara) dalam pembuatan grafik pada SPSS. Pada tulisan ini kita akan membahas cara yang paling sederhana saja, sebagai berikut:
Kklik Graphs > Legacy Dialogs.
-         Akan terdapat beberapa pilihan grafik yang tersedia yaitu:
-  Bar (grafik batang)

-         3-D (grafik batang tiga dimensi)
-         Line (grafik garis)

-         Pie (grafik lingkaran)

-         High-Low
Boxplot

Error Bar
-         Population Pyramid

-         Scatter/Dot (sebaran/titik)
-         Histogram

Masing-masing grafik memiliki karakteristik-karakteristik tertentu yang sesuai dalam penggambaran data.
Grafik yang berbasis batang, umumnya digunakan untuk menggambarkan perbandingan antar variabel/kategori.
Grafik yang berbasis garis, umumnya (lebih sesuai) untuk menggambarkan perkembangan data.
Grafik yang berbasis lingkaran, umumnya untuk menggambarkan data yang bersifat proporsi. Grafik yang berbasis titik umumnya untuk menggambarkan pencaran/sebaran data.



Dalam konteks data latihan kita, pada tulisan ini kita akan membahas terlebih dahulu mengenai grafik batang. Untuk itu klik Bar, akan muncul tampilan berikut:

Terdapat tiga pilihan grafik batang, yaitu
 -   Simple,
-           Clustered dan
-           Stacked.
Pilihan Simple digunakan untuk menggambarkan grafik dari variabel tunggal. Pilihan Clustered dan Stacked digunakan untuk menggambarkan grafik dari variabel tunggal tetapi dikelompokkan berdasarkan kategori dari variabel lainnya.
Pengelompokan pada tipe grafik Clustered dilakukan secara horizontal, sedangkan pada tipe Stacked secara vertikal.
Kemudian terdapat pilihan tampilan data untuk grafik (Data in Chart Are), yaitu :
 - diringkas berdasarkan kategori (Summaries for groups of cases),
-  diringkas berdasarkan pemisahan variabel (Summaries of separate variables) atau ,
-         menampilkan data individual. (Catatan: anda bisa mencoba-coba pilihan tersebut untuk memahami maknanya).
Sebagai latihan awal, kita akan membuat grafik untuk variabel Pendidikan. Kita pilih jenis grafik Simple (klik) dan tampilan data adalah Summaries for groups of cases. Kemudian klik Define, akan muncul tampilan berikut:

Tentukan terlebih dahulu ukuran yang akan ditampilkan oleh batang dari grafik kita (Bar Represent).
Ada beberapa pilihan yaitu :
a.   ukuran frekuensi absolut (N of cases),
b.   kumulatif frekuensi (Cum.N),
c.    persentase frekuensi (% of cases),
d.   kumulatif persentase frekuensi (Cum.%),
e.   atau ukuran statistik lainnya (Other Statistics).

Anda juga bisa mencoba-coba berbagai pilihan ini untuk melihat perbedaan output grafiknya.
-         Untuk latihan ini, kita pilih % of cases.
-         Selanjutnya masukkan variabel Pendidikan ke dalam kotak Category Axis,
-         Klik OK.
-         Akan muncul output grafik sebagai berikut:

Lakukan juga untuk variabel Pendapatan


B.    GRAFIK BATANG CLUSTERED DAN STACKED PADA SPSS
Kali ini kita akan membahas mengenai grafik batang clustered dan stacked. Data yang digunakan untuk latihan adalah data tingkat pendidikan dan pendapatan yang telah diberikan pada tulisan sebelumnya tersebut.
Setelah menginput data tersebut:
-         Klik Graphs > Legacy Dialogs > Bar.
-         Akan muncul tampilan berikut:

Sebagai latihan, kita akan membuat grafik pendidikan yang dikelompokkan berdasarkan tingkat pendapatan.
-         Klik Clustered,
-         Klik Summaries for groups of cases,
-         Klik Define, akan muncul tampilan berikut:

- Pada Bar Represent, klik % of cases (tentunya anda bisa mencoba pilihan lainnya).
-         Masukkan variabel Pendidikan pada kotak Category Axis
-         Masukkan variabel Pendapatan pada kotak Define Cluster by.
-         Kemudian klik OK.
-         Akan muncul output grafik sebagai berikut:

Ini adalah grafik batang clustered.

Sekarang coba sendiri dengan pilihan  Stacked
-         Apa perbedaannya dengan grafik batang stacked ?










Jika anda ambil pilihan stacked pada proses sebelumnya, output grafik akan menjadi sebagai berikut:

Terlihat bahwa perbedaan antara grafik batang clustered dengan stacked adalah jika pada clustered pengelompokkan pendapatan dilakukan secara horizontal (kesamping), pada stacked dilakukan secara bertumpuk vertikal.




C.       Grafik Garis Pada SPSS
Grafik garis merupakan salah satu jenis grafik yang biasa digunakan untuk menggambarkan data yang bersifat perkembangan (trend). Untuk kepentingan tersebut, tulisan kali ini akan membahas mengenai cara membuat grafik garis pada SPSS. Adspeedy
Sebagai latihan, misalnya kita punya data mengenai investasi dan tabungan domestik Indonesia (dalam trilyun Rp) selama periode tahun 1990 – 2007, yang telah diinput pada SPSS sebagai berikut:
Tampilan 1.

Misalnya, untuk latihan awal kita ingin membuat grafik garis yang menggambarkan perkembangan investasi selama periode 1990 – 2007.
Klik Graph > Legacy Dialog > Line, akan muncul tampilan berikut:
Tampilan 2.

Pilih jenis Simple (karena hanya satu variabel yang akan kita gambarkan), kemudian pilih Values of individual cases. Selanjutnya klik Define, akan muncul tampilan berikut:
Tampilan 3.

Masukkan variabel Investasi pada kotak Line Represents dan variabel Tahun pada kota Variable. Kemudian klik OK, maka akan keluar output grafik garis sebagai berikut:

Kita juga bisa menggambarkan perkembangan investasi dan tabungan sekaligus dalam satu grafik dengan cara pada tampilan 2 diatas, pilih Multiple. Selanjutnya pada tampilan 3 diatas, masukkan variabel investasi dan tabungan pada kotak Line Represent.
Contoh hasil untuk multiple grafik tersebut sebagai berikut:

Selanjutnya, kita bisa mengedit grafik ini dengan menambahkan judul, label, mengganti warna dan sebagainya pada menu Chart Editor.

D.      GRAFIK LINGKARAN PADA SPSS
Salah satu jenis grafik yang sering digunakan terutama untuk menggambarkan proporsi dari kategori data adalah grafik lingkaran (pie). Karenanya, pada postingan kali ini kita akan membahas mengenai cara membuat grafik lingkaran pada SPSS.
Sebagai latihan, data yang kita gunakan sama dengan data pada postingan sebelumnya (yaitu data tingkat pendidikan dan pendapatan dari 30 orang responden penelitian).
Setelah menginput data tersebut, klik Graphs > Legacy Dialogs > Pie. Akan muncul tampilan berikut:

Dari tampilan tersebut, pilih Summaries for group of cases (lihat catatan pada tulisan sebelumnya untuk penggunaan pilihan yang lainnya). Kemudian klik Define. Akan muncul tampilan berikut:


Misalnya kita ingin menggambarkan grafik lingkaran untuk pendidikan.
Pada Slices Represent, kita diminta untuk memilih apakah irisan dari grafik lingkaran akan menggambarkan jumlah kasus (N of cases), persentase atau proporsi masing-masing kategori (% of cases) atau jumlah dari variabel (Sum of variable). Untuk latihan kita pilih saja % of cases.
Selanjutnya pada kotak Define Slices by: masukan variabel Pendidikan. Kemudian klik OK, maka akan muncul output grafik lingkaran sebagai berikut:

Perhatikan, grafik lingkaran yang dihasilkan masih sangat sederhana dengan elemen grafik yang sangat terbatas.

Untuk menambah elemen grafik agar lebih komunikatif dalam penggambaran data, buka Chart Editor dengan cara klik kanan pada bidang grafik kemudian klik SPSS Chart Object dan klik Open (lihat tampilan dibawah ini)

Akan muncul tampilan Chart Editor sebagai berikut:

Melalui menu-menu yang ada pada Chart Editor tersebut, kita bisa mengatur ukuran dari lingkaran, membuat tampilan jadi tiga dimensi, memberikan label pada masing-masing irisan dari lingkaran, memberi judul, mengganti warna dan lainnya. Silakan dicoba-coba (tidak dibahas dalam postingan ini karena akan terlalu panjang).
Salah satu contoh setelah pengeditan (diberi judul, label irisan dan dijadikan tiga dimensi) diberikan sebagai berikut:

E. Jika pada tulisan sebelumnya kita hanya menggambarkan variabel pendidikan dalam satu grafik lingkaran tanpa mengelompokkannya berdasarkan pendapatan (sesuai dengan data latihan yang kita miliki), maka kali ini kita membuat grafik lingkaran yang terkelompok berdasarkan tingkat pendapatan.
Setelah menginput data, klik Graphs > Legacy Dialogs > Pie. Akan muncul tampilan berikut:

Dari tampilan tersebut, pilih Summaries for group of cases (lihat catatan pada tulisan sebelumnya untuk penggunaan pilihan yang lainnya). Kemudian klik Define. Akan muncul tampilan berikut:

Pada Slices Represent, kita diminta untuk memilih apakah irisan dari grafik lingkaran akan menggambarkan jumlah kasus (N of cases), persentase atau proporsi masing-masing kategori (% of cases) atau jumlah dari variabel (Sum of variable). Untuk latihan kita pilih saja % of cases.
Selanjutnya pada kotak Define Slices by: masukan variabel Pendidikan.
Pada Panel Columns masukkan variabel Pendapatan (ini akan menyebabkan tampilan grafik lingkaran akan berjajar secara horizontal, sebaliknya jika variabel Pendapatan dimasukkan ke Panel Rows maka grafik akan berjajar vertikal).
Kemudian klik OK, maka akan muncul output grafik lingkaran sebagai berikut:

Tentunya anda dapat memperbaiki tampilan grafik tersebut dengan menambahkan berbagai elemen yang tersedia pada Chart Editor, seperti yang telah dibahas pada tulisan sebelum ini.
http://tip-trik-spss.blogspot.com/2009/07/lanjutan-grafik-lingkaran-pada-spss.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar